Topeng yang bercorak indah
Topeng yang bernada ramah
Topeng yang elok berpenampilan
Di mana mukanya?
Di mana wajahnya?
Tertutup tak sedikitpun celah
Tapi semua tak mengerti
Tapi semua tak membaca
Tapi semua tak merasa
Tapi hanya aku yang mengerti
Tapi hanya aku yang membaca
Tapi hanya aku yang merasa
Semua indah
Muka berlapis Sang Topeng
Tak tercabik dan tlah tertutup rapi
Sembilan puluh sembilan jempol
teracung untukmu
Saturday, June 19, 2010
Status Seorang Teman
Teman
seorang pembaca setia
juga seorang pengkritik setia
di setiap tulisan
Teman
seorang penjajah yang unggul
sang penakluk orang lemah
dan berbakat alami
Tulisan
demi tulisan dia bertindak
satu hal yang tak terpikirkan
menyakiti sesama
merobek hati
bahkan membunuh jarak jauh
semua dilakukannya
lewat sebuah status
Status seorang teman
puitis berduri tajam
menusuk hingga ke dalam
hati yang mudah luka
seorang pembaca setia
juga seorang pengkritik setia
di setiap tulisan
Teman
seorang penjajah yang unggul
sang penakluk orang lemah
dan berbakat alami
Tulisan
demi tulisan dia bertindak
satu hal yang tak terpikirkan
menyakiti sesama
merobek hati
bahkan membunuh jarak jauh
semua dilakukannya
lewat sebuah status
Status seorang teman
puitis berduri tajam
menusuk hingga ke dalam
hati yang mudah luka
Sunday, June 6, 2010
That's sounds good
Mungkin kamu pernah merasa, sehari itu bagai tak berarti, tak ada niat melakukan apapun, dan alhasil kamu pun melewatkan seharian tanpa apapun yang bermanfaat. Tapi jangan kecewa, hari itu takkan kamu lewati dengan sia-sia. Kamu telah melakukan sesuatu yang berguna, yaitu melepaskan kegalauan di hati dengan bermalas-malasan. Setelah melakukan itu, yakin tak yakin, akan ada dorongan semangat baru untuk membuka kembali hari yang baru. Pernahkah kamu merasakannya?
Hari ini minggu pagi, tak ada aktivitas berat seperti hari-hari biasanya. Mungkin hanya terbebani tugas-tugas dan kegiatan di hari depan yang lumayan berat dan telah menunggu. Aku tak tahu harus berbuat apa, dan lagi-lagi hanya yahoo messanger dan browser yang menemani hari ini. Berbincang-bincang sejenak dengan teman, seputar blog, sungguh sesuatu hal yang membangkitkan nurani untuk kembali menulis pada hari ini.
Ada seorang teman yang sedang merasakan hampa, dan aku hanya bisa menyarankannya untuk tidur, tapi dia telah bosan dengan tidur. Aku menyarankannya membaca, tapi dia lebih memilih menulis. Ya sudah, sama saja. Yang penting kegiatan yang dilakukan bisa bawa suasana senang, itu cukup. Menulis? That's sounds good.
Hari ini minggu pagi, tak ada aktivitas berat seperti hari-hari biasanya. Mungkin hanya terbebani tugas-tugas dan kegiatan di hari depan yang lumayan berat dan telah menunggu. Aku tak tahu harus berbuat apa, dan lagi-lagi hanya yahoo messanger dan browser yang menemani hari ini. Berbincang-bincang sejenak dengan teman, seputar blog, sungguh sesuatu hal yang membangkitkan nurani untuk kembali menulis pada hari ini.
Ada seorang teman yang sedang merasakan hampa, dan aku hanya bisa menyarankannya untuk tidur, tapi dia telah bosan dengan tidur. Aku menyarankannya membaca, tapi dia lebih memilih menulis. Ya sudah, sama saja. Yang penting kegiatan yang dilakukan bisa bawa suasana senang, itu cukup. Menulis? That's sounds good.
Saturday, May 1, 2010
Pahlawan yang T'lah Pergi
Dia pahlawan
yang selama ini dicemooh
Dia sadar diri
dan dia tahu diri
Di mana dia bertutur kata
Di sana dia belajar berkata
Hidup tak semulus jalan tol
di sisi kota yang bergemerlapan
Dia bagai hilang
seperti dianggap debu yang berkeliaran
Namun dia tetap tersenyum
Dia menghampiri aku, kamu, dan mereka
Dengan penuh rasa cinta, persahabatan, tanpa udang di balik batu
Tapi kamu, mereka mengajarkan aku untuk menertawakannya
Menganggapnya tak sewajar seadanya
Semua berlalu
Dia masih bertahan
Dia terus pancarkan cinta
cahaya terang
Seminggu, sebulan, tak sampai setahun
Sebuah perjamuan yang tak pernah terduga
Sebuah akhir perkenalan dan kebersamaan
Dia telah memutuskan
Dia akan pergi
Aku terhenyak
Menatap palsu semua kehidupan yang t'lah terjalani
Ke mana dia
Dari mana diriku
Aku baru menyadari
Pahlawan akan pergi
Tinggalkan semua pembelajaran
Contoh Senyuman dalam keterpurukan
Aku melihat ada yang berbeda
Seperti sebuah cahaya darinya
Melihatnya menyampaikan salam terakhirnya
Dan aku terdiam
Menjadi saksi kepergiannya
Pahlawan yang t'lah pergi
yang selama ini dicemooh
Dia sadar diri
dan dia tahu diri
Di mana dia bertutur kata
Di sana dia belajar berkata
Hidup tak semulus jalan tol
di sisi kota yang bergemerlapan
Dia bagai hilang
seperti dianggap debu yang berkeliaran
Namun dia tetap tersenyum
Dia menghampiri aku, kamu, dan mereka
Dengan penuh rasa cinta, persahabatan, tanpa udang di balik batu
Tapi kamu, mereka mengajarkan aku untuk menertawakannya
Menganggapnya tak sewajar seadanya
Semua berlalu
Dia masih bertahan
Dia terus pancarkan cinta
cahaya terang
Seminggu, sebulan, tak sampai setahun
Sebuah perjamuan yang tak pernah terduga
Sebuah akhir perkenalan dan kebersamaan
Dia telah memutuskan
Dia akan pergi
Aku terhenyak
Menatap palsu semua kehidupan yang t'lah terjalani
Ke mana dia
Dari mana diriku
Aku baru menyadari
Pahlawan akan pergi
Tinggalkan semua pembelajaran
Contoh Senyuman dalam keterpurukan
Aku melihat ada yang berbeda
Seperti sebuah cahaya darinya
Melihatnya menyampaikan salam terakhirnya
Dan aku terdiam
Menjadi saksi kepergiannya
Pahlawan yang t'lah pergi
Sunday, April 25, 2010
Terakhir
Akhir dan awal
Tak pernah menjadi jelas
Bila otakmu mencarikanmu selalu
Dunia di dalam kerajaanmu
Kamu memimpinnya dan menguasainya
Namun meninggalkannya di ujung kuasa
Apa yang kamu harapkan darinya?
Dosa yang tak berhening
atau hening yang tak berdosa
Tinggalkanlah semua kebodohan itu
Takkan guna kau jaga dan sayangi
Ini terakhir
Tak pernah menjadi jelas
Bila otakmu mencarikanmu selalu
Dunia di dalam kerajaanmu
Kamu memimpinnya dan menguasainya
Namun meninggalkannya di ujung kuasa
Apa yang kamu harapkan darinya?
Dosa yang tak berhening
atau hening yang tak berdosa
Tinggalkanlah semua kebodohan itu
Takkan guna kau jaga dan sayangi
Ini terakhir
Cinta Cinta
Kata-kata indah tertempel di dinding
Menghiasi putihnya yang belum ternoda
Aku di sini ingin melukis
Tapi aku takut mengotorinya
Tangan yang berlapiskan kemuliaan
Namun akan bersiap mengotori kesucian dunia
di sisi lain bumi yang tak pernah terungkap
Jala pun tak mampu menangkap
Waktu menunjukkan selaput mimpimu
yang terdiam menunggu perwujudan
Untuk menjaga ketentraman dunia
Bersama anak-anak yang masih tak bernoda
Kilatkanlah pada mereka
Ilmu-ilmu cinta damai
Cinta dunia
Cinta perdamaian
Cinta cinta
Menghiasi putihnya yang belum ternoda
Aku di sini ingin melukis
Tapi aku takut mengotorinya
Tangan yang berlapiskan kemuliaan
Namun akan bersiap mengotori kesucian dunia
di sisi lain bumi yang tak pernah terungkap
Jala pun tak mampu menangkap
Waktu menunjukkan selaput mimpimu
yang terdiam menunggu perwujudan
Untuk menjaga ketentraman dunia
Bersama anak-anak yang masih tak bernoda
Kilatkanlah pada mereka
Ilmu-ilmu cinta damai
Cinta dunia
Cinta perdamaian
Cinta cinta
Dunia Menunggu Kehadiranmu
Terlalu cepat kau menjauh
di saat aku mendekatimu
Mulai kurasakan ingin bersamamu
Tapi kamu telah meninggalkan itu
Sulit kuungkapkan semua
Bila semua hanyalah kata-kata indah
yang menghiasi senandung tidurmu
Bangunlah teman dan wujudkan mimpimu
Dunia yang begitu indah enggan bergerak
Tanpa engkau yang akan mengnahkodainya
Bergegaslah teman, terbangun dan berlari
Dunia menunggu kehadiranmu
di saat aku mendekatimu
Mulai kurasakan ingin bersamamu
Tapi kamu telah meninggalkan itu
Sulit kuungkapkan semua
Bila semua hanyalah kata-kata indah
yang menghiasi senandung tidurmu
Bangunlah teman dan wujudkan mimpimu
Dunia yang begitu indah enggan bergerak
Tanpa engkau yang akan mengnahkodainya
Bergegaslah teman, terbangun dan berlari
Dunia menunggu kehadiranmu
Subscribe to:
Posts (Atom)
