Akhir dan awal
Tak pernah menjadi jelas
Bila otakmu mencarikanmu selalu
Dunia di dalam kerajaanmu
Kamu memimpinnya dan menguasainya
Namun meninggalkannya di ujung kuasa
Apa yang kamu harapkan darinya?
Dosa yang tak berhening
atau hening yang tak berdosa
Tinggalkanlah semua kebodohan itu
Takkan guna kau jaga dan sayangi
Ini terakhir
Sunday, April 25, 2010
Cinta Cinta
Kata-kata indah tertempel di dinding
Menghiasi putihnya yang belum ternoda
Aku di sini ingin melukis
Tapi aku takut mengotorinya
Tangan yang berlapiskan kemuliaan
Namun akan bersiap mengotori kesucian dunia
di sisi lain bumi yang tak pernah terungkap
Jala pun tak mampu menangkap
Waktu menunjukkan selaput mimpimu
yang terdiam menunggu perwujudan
Untuk menjaga ketentraman dunia
Bersama anak-anak yang masih tak bernoda
Kilatkanlah pada mereka
Ilmu-ilmu cinta damai
Cinta dunia
Cinta perdamaian
Cinta cinta
Menghiasi putihnya yang belum ternoda
Aku di sini ingin melukis
Tapi aku takut mengotorinya
Tangan yang berlapiskan kemuliaan
Namun akan bersiap mengotori kesucian dunia
di sisi lain bumi yang tak pernah terungkap
Jala pun tak mampu menangkap
Waktu menunjukkan selaput mimpimu
yang terdiam menunggu perwujudan
Untuk menjaga ketentraman dunia
Bersama anak-anak yang masih tak bernoda
Kilatkanlah pada mereka
Ilmu-ilmu cinta damai
Cinta dunia
Cinta perdamaian
Cinta cinta
Dunia Menunggu Kehadiranmu
Terlalu cepat kau menjauh
di saat aku mendekatimu
Mulai kurasakan ingin bersamamu
Tapi kamu telah meninggalkan itu
Sulit kuungkapkan semua
Bila semua hanyalah kata-kata indah
yang menghiasi senandung tidurmu
Bangunlah teman dan wujudkan mimpimu
Dunia yang begitu indah enggan bergerak
Tanpa engkau yang akan mengnahkodainya
Bergegaslah teman, terbangun dan berlari
Dunia menunggu kehadiranmu
di saat aku mendekatimu
Mulai kurasakan ingin bersamamu
Tapi kamu telah meninggalkan itu
Sulit kuungkapkan semua
Bila semua hanyalah kata-kata indah
yang menghiasi senandung tidurmu
Bangunlah teman dan wujudkan mimpimu
Dunia yang begitu indah enggan bergerak
Tanpa engkau yang akan mengnahkodainya
Bergegaslah teman, terbangun dan berlari
Dunia menunggu kehadiranmu
Garis-Garis Kehidupan
Titik adalah masa depan
Bila kita dapat melihatnya
dan menyambungkannya dengan titik-titik lain
yang menghasilkan perspektif yan baik
Garis adalah bidang
Bila kita bisa membentuknya
dan mengembangkannya
Demikian pula dengan kehidupan
adalah sekumpulan garis-garis kehidupan
yang membentuk bidang di mana kita akan berkecimpung
Menghabiskan sisa hidup
dan Mengisi dunia
Sebuah kisah yang akan tercatat di peradaban manusia
Bila kita dapat melihatnya
dan menyambungkannya dengan titik-titik lain
yang menghasilkan perspektif yan baik
Garis adalah bidang
Bila kita bisa membentuknya
dan mengembangkannya
Demikian pula dengan kehidupan
adalah sekumpulan garis-garis kehidupan
yang membentuk bidang di mana kita akan berkecimpung
Menghabiskan sisa hidup
dan Mengisi dunia
Sebuah kisah yang akan tercatat di peradaban manusia
Sulit
Kesulitan kerapkali datang menghampiri kita. Salah satu kesulitan yang akan saya bahas di sini adalah kesulitan dalam hal belajar menghadapi Ujian. Ujian mungkin menjadi momok bagi sebagian besar orang, namun bagi sebagian lainnya malah menganggap ujian itu mengasyikkan.
Berikut ini yang mungkin sedang saya alami saat ini :
Setiap mencoba mengakali jadwal belajar, saya selalu terbentur dengan suatu keadaan di mana, entah kenapa, rasa malas itu timbul. Saat ingin memulai, malah aktivitas lain yang ingin dilakukan, misalnya pengen bersih-bersih kamar, pengen bermain gitar, atau pengen menulis blog seperti yang saya lakukan saat ini.
Mungkin ini yang menjadi kesulitan dan kendala utama. Saya takut akan penyesalan yang konon datangnya terakhir, tapi apa yang bisa saya lakukan untuk melawan perasaan ini. Ditambah lagi mungkin ada gangguan-gangguan lain yang kita biasa rasakan, seperti sakit, atau mungkin diajak teman untuk keluar, dll. Saya hanya bisa menghela nafas panjang, mungkin sedikit melegakan. Dan sehabis menulis ini, saya berharap bisa mandi (menyegarkan badan dan pikiran) untuk kemudian berkonsentrasi lagi belajar.
Berikut ini yang mungkin sedang saya alami saat ini :
Setiap mencoba mengakali jadwal belajar, saya selalu terbentur dengan suatu keadaan di mana, entah kenapa, rasa malas itu timbul. Saat ingin memulai, malah aktivitas lain yang ingin dilakukan, misalnya pengen bersih-bersih kamar, pengen bermain gitar, atau pengen menulis blog seperti yang saya lakukan saat ini.
Mungkin ini yang menjadi kesulitan dan kendala utama. Saya takut akan penyesalan yang konon datangnya terakhir, tapi apa yang bisa saya lakukan untuk melawan perasaan ini. Ditambah lagi mungkin ada gangguan-gangguan lain yang kita biasa rasakan, seperti sakit, atau mungkin diajak teman untuk keluar, dll. Saya hanya bisa menghela nafas panjang, mungkin sedikit melegakan. Dan sehabis menulis ini, saya berharap bisa mandi (menyegarkan badan dan pikiran) untuk kemudian berkonsentrasi lagi belajar.
Pembunuh Cinta
Ku kenal dulu kau tak begitu
Lambat laun semua berubah
Arah mataku mendapatkanmu begitu
Ternyata kau begitu
Chorus :
Pembunuh, kau pembunuh
mati aku dalam cintamu
Kau biuskan rasa seperti cinta
tapi kau campakkan aku
Bridge :
Terbunuh, terbunuh
mati dalam cintamu
Kuingin hidup lagi
untuk membalas semua
Lambat laun semua berubah
Arah mataku mendapatkanmu begitu
Ternyata kau begitu
Chorus :
Pembunuh, kau pembunuh
mati aku dalam cintamu
Kau biuskan rasa seperti cinta
tapi kau campakkan aku
Bridge :
Terbunuh, terbunuh
mati dalam cintamu
Kuingin hidup lagi
untuk membalas semua
Saturday, February 20, 2010
Perubahan dan Situasi
Tak pernah tahu apa yang akan terjadi, bahkan di setiap detiknya. Pandangan yang tak selalu bisa sesuai dengan realita dan pemikiran sering menjadi penghalang kemajuan. Bahkan sebuah motivasi, sebagai faktor terbesar untuk menunjang kemajuan, pun harus terkalahkan oleh sebuah perubahan dan situasi.
Hari ini aku mencoba untuk bangkit dari segala kotoran yang membelit wanginya aku, namun terkekang oleh hasil dari kotoran baru yang membuat makin membusuk. Membusuk karena faktor pandangan dan kesalahan situasi, terjebak.. Bagaimana lepas dan berjalan? bila setiap langkah selalu diikat oleh situasi baru yang menyudutkan karena perubahan dan situasi per detik?
Sebenarnya pemikiran kita yang masih belum sempurna buat mengartikan tekad kita sendiri. Tekad kita yang kita anggap sudah bulat, sebenarnya belumlah bulat. Lihat saja, dengan tekad yang sudah mantap saja, kita masih bisa tergoyah karena sesuatu yang membuat kita terpukul mundur kembali. Itu tandanya tekad yang kita punya belum kuat untuk fondasi kita untuk maju.
Lalu caranya??
1. Tenangkan diri
2. Introspeksi diri (melihat ke dalam, lewat sudut pandang kamu) dan lihat dari beberapa sudut pandang orang.
Tapi, bila saya sudah menyadari, ini berkaitan perbedaan sudut pandang, yang ujung-ujungnya balik lagi ke masalah "situasi," apa yang harus saya lakukan?
Ingat.. itu bukanlah hasil akhir untuk memperoleh kembali jalan untuk kembali berjalan.. Kamu harus coba lagi, tapi kali ini, kamu tak cuma tahu apa yang menjadi problemnya, tapi kamu juga mencoba membuang sikap-sikap yang bodoh yang bisa terbidik menjadi beberapa pandangan. Usahakan sikap dan pemikiran kamu selalu positif, jangan pernah bahas sesuatu yang kamu sudah tahu salah, biarkan perubahan itu yang akan menjawab kepada sudut-sudut pandang itu, kamu hanya perlu berubah yang benar, dan biar waktu yang akan buktikan. Jangan jadikan beban pikiran, teruskan perjalanan dengan pikiran positif, niscaya hal-hal positif akan datang sebagai citra dirimu.
Salam,
GS
Hari ini aku mencoba untuk bangkit dari segala kotoran yang membelit wanginya aku, namun terkekang oleh hasil dari kotoran baru yang membuat makin membusuk. Membusuk karena faktor pandangan dan kesalahan situasi, terjebak.. Bagaimana lepas dan berjalan? bila setiap langkah selalu diikat oleh situasi baru yang menyudutkan karena perubahan dan situasi per detik?
Sebenarnya pemikiran kita yang masih belum sempurna buat mengartikan tekad kita sendiri. Tekad kita yang kita anggap sudah bulat, sebenarnya belumlah bulat. Lihat saja, dengan tekad yang sudah mantap saja, kita masih bisa tergoyah karena sesuatu yang membuat kita terpukul mundur kembali. Itu tandanya tekad yang kita punya belum kuat untuk fondasi kita untuk maju.
Lalu caranya??
1. Tenangkan diri
2. Introspeksi diri (melihat ke dalam, lewat sudut pandang kamu) dan lihat dari beberapa sudut pandang orang.
Tapi, bila saya sudah menyadari, ini berkaitan perbedaan sudut pandang, yang ujung-ujungnya balik lagi ke masalah "situasi," apa yang harus saya lakukan?
Ingat.. itu bukanlah hasil akhir untuk memperoleh kembali jalan untuk kembali berjalan.. Kamu harus coba lagi, tapi kali ini, kamu tak cuma tahu apa yang menjadi problemnya, tapi kamu juga mencoba membuang sikap-sikap yang bodoh yang bisa terbidik menjadi beberapa pandangan. Usahakan sikap dan pemikiran kamu selalu positif, jangan pernah bahas sesuatu yang kamu sudah tahu salah, biarkan perubahan itu yang akan menjawab kepada sudut-sudut pandang itu, kamu hanya perlu berubah yang benar, dan biar waktu yang akan buktikan. Jangan jadikan beban pikiran, teruskan perjalanan dengan pikiran positif, niscaya hal-hal positif akan datang sebagai citra dirimu.
Salam,
GS
Subscribe to:
Posts (Atom)
